Date: 14-08-2020 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

ANALISIS FAKTOR ? FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRAKTIK PERATAAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Detail
Author Kukuh Budi Prasetyo
Category Manajemen Perbankan

Abstract

Penelitian ini adalah mengenai earnings manipulation yang dikenal dengan Income Smoothing (Perataan Laba). Perataan laba dapat muncul karena adanya konflik kepentingan antara manajemen selaku agent dan pemilik perusahaan selaku principal. Konflik kepentingan tersebut timbul apabila setiap pihak berusaha untuk mencapai atau mempertahankan tingkat kemakmuran yang dikehendaki, konflik kepentingan ini dapat menimbulkan disfunctional behaviour dari pihak manajemen untuk melakukan earnings management. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti praktek perataan laba yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan manufaktur go public di Indonesia, terutama yang tedaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan menggunakan metode purposive sampling, seratus perusahaan yang terdaftar di BEI terpilih menjadi sample dalam penelitian ini. Sampel diklasifikasikan kedalam golongan perata laba dan bukan perata laba dengan menggunakan Indeks Eckel (1981). Dari hasil pengklasifikasian sampel yang didapat, menunjukkan bahwa terdapat praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan besaran perusahaan, Net Profit Margin (NPM), Operating Profit Margin (OPM) sebagai faktor yang diteliti. Dari hasil pengujian terhadap hipotesis yang dikemukakan dan dilakukan dengan metode statistik model regresi logistik, penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa hanya variabel bebas Net Profit Margin (NPM) yang positif berpengaruh terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Sedangkan dua variabel bebas lainnya yaitu besaran perusahaan dan Operating Profit Margin (OPM) negatif berpengaruh terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.