Date: 04-08-2020 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

PENGARUH DIMENSI KEADILAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN (STUDI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) PRATAMA BATU)

Detail
Author Fanky Widjaja
Category Akuntansi Keuangan dan Auditing

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dimensi keadilan pajak (tax fairness) yang terdiri atas: keadilan secara umum, pertukaran dengan pemerintah, kepentingan pribadi, ketentuan-ketentuan khusus, dan struktur tarif pajak mempengaruhi kepatuhan Wajib Pajak Badan serta untuk mengetahui di antara lima dimensi keadilan pajak tersebut, manakah yang mempunyai pengaruh dominan terhadap perilaku kepatuhan Wajib Pajak Badan. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi Dirjen Pajak untuk meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak sebagai kunci keberhasilan penerimaan pajak yang merupakan salah satu sumber pendanaan terbesar bagi pembangunan negara. Hipotesis pada penelitian ini antara lain: Hipotesis I, diduga bahwa lima dimensi keadilan pajak yakni: keadilan secara umum (X1), timbal balik pemerintah (X2), kepentingan pribadi (X3), ketentuan-ketentuan khusus (X4), dan struktur tarif pajak (X5) secara simultan mempunyai pengaruh terhadap kepatuhan pajak (Y). Hipotesis II, diduga bahwa struktur tarif pajak (X5) secara parsial mempunyai pengaruh yang dominan terhadap kepatuhan pajak (Y) dibandingkan dengan variabel bebas lainnya. Penelitian ini dilakukan di KPP Pratama Batu dengan menyebarkan 50 kuesioner kepada pegawai yang mewakili suatu Wajib Pajak Badan pada saat melaporkan SPT mereka. Pengujian dilakukan menggunakan alat analisis regresi berganda uji signifikansi F dan t di mana sebelumnya dilakukan uji validitas, uji reliabilitas dan 4 (empat) uji asumsi klasik untuk memastikan data yang akan diuji benar-benar data yang valid, reliabel dan sehat sehingga memberikan hasil yang tidak bias. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Hipotesis I dapat diterima berdasarkan hasil uji nilai F-hitung sebesar 38,761, lebih besar dari nilai F-tabel sebesar 2,43. Nilai R square sebesar 0,815 menyatakan besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah 81,5% dan sisanya sebesar 18,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil uji dari kelima dimensi keadilan pajak masing- masing memiliki nilai t-hitung (X1=3,093 ;X2=3,778; X4=2,859 dan X5=5,890) yang lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 1,680, kecuali X3=1,588 (tidak berpengaruh terhadap Y). Dalam uji signifikansi t ini, struktur tarif pajak (X5) memiliki nilai t-hitung yang terbesar dibandingkan variabel bebas lainnya sehingga Hipotesis II dapat diterima. Berdasarkan hasil tersebut, Dirjen Pajak hendaknya lebih memperhatikan lagi faktor kepatuhan Wajib Pajak Badan terutama dari segi dimensi keadilan pajak, karena masyarakat akan patuh terhadap pajak jika dirasa bahwa sistem perpajakan yang berlaku sudah sesuai dan adil yang dilihat dari keadilan secara umum sistem perpajakan yang berlaku, timbal balik manfaat yang didapat dari pemerintah, terpenuhinya kepentingan pribadi dengan membayar pajak, ketentuan khusus yang memberikan keringanan dalam membayar pajak, serta struktur tarif pajak yang tidak memberatkan salah satu pihak (adil).