Date: 04-08-2020 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

UKURAN DAN PERTUMBUHAN MEMPENGARUHI PILIHAN PERUSAHAAN TERHADAP AKUNTANSI KONSERVATISME

Detail
Author FRISTY FRANDHITYA A. 2008.1. 30968
Category Akuntansi Manajemen dan SIA

Abstract

Konservatisme merupakan prinsip penting dalam pelaporan keuangan yang dimaksudkan agar pengakuan dan pengukuran akitiva serta laba dilakukan dengan penuh kehati-hatian oleh karena aktivitas ekonomi dan bisnis dilingkupi ketidakpastian. Implikasi konsep konservatisme terhadap prinsip akuntansi yaitu akuntansi mengakui biaya atau rugi yang kemungkinan akan terjadi, tetapi tidak segera mengakui pendapatan atau laba yang akan datang walaupun kemungkinan terjadinya besar. Konservatisme akuntansi merupakan konsep penting dalam pelaporan keuangan, namun tidak ada satupun yang bersifat otoritatif dalam literatur akuntansi. The Financial Accounting Standards Board (FASB) menggambarkan konservatisma sebagai reaksi yang hati-hati terhadap ketidakpastian dan risiko yang melekat dalam situasi bisnis tersebut dikendalikan dengan baik (SFAC No.2, FASB 1994, Glossary of Terms). Definisi ini masih samar dan tidak menggambarkan bagaimana akuntan sesungguhnya menghadapi konservatisma. Definisi yang lebih deskriptif disajikan dalam beberapa buku teks akuntansi. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi dengan menggunakan pendekatan populasi pada perusahaan manufaktur yang trdaftar di BEI STIE Malangkucecwara, dengan jumlah sampel yang diambil adalah 30 perusahaan. Sampel dalam penelitian dipilih dengan melihat dari laporan keuangan yang berkembang dari tahun 2006 sampai tahun 2008. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan yang dilihat dari log of net sales mempengaruhi perusahaan dalam memilih akuntansi konservatif, dan pertumbuhan perusahaan yang dilihat dari total aset tidak mempengaruhi pilihan perusahaan dalam memilih akuntansi konservatif. Melihat hasil penelitian ini, maka seharusnya perusahaan yang memiliki ukuran yang besar menggunakan akuntansi konservatisme dalam perhitungan laporan keuangan setiap bulannya, demi keuntungan perusahaan itu sendiri.