Date: 04-08-2020 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

PENERAPAN PERSEDIAAN BARAN DAGANGAN BERDASARKAN METODE JUS IN TIME PADA CV WAHANA MUTIARA GROME EDICA

Detail
Author OKKIE SEBASTIAN A. 2008.1.31059
Category Akuntansi Manajemen dan SIA

Abstract

Pembelian dan produksi yang tidak sesuai dengan kebutuhan permintaan akan menyebabkan penumpukan persediaan di gudang dan mutu produk yang tidak sesuai dengan standar. Penyimpanan persediaan mengandung resiko, yaitu pengeluaran biaya non value added dan produk akan mengalami keusangan, dan lain ? lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara yang lebih efektif dalam pengelolaan persediaan, sebab pengelolaan persediaan yang tepat akan mendorong efisiensi biaya dan peningkatan mutu produk yang dihasilkan. Alternatif pengelolaan persediaan adalah dengan menggunakan metode just in time (JIT).JIT adalah suatu konsep dengan tujuan mencapai inventarisasi nol dengan cara membeli dan memproduksi barang hanya pada saat diperlukan atau permintaan sesuai dengan kuantitas yang dibutuhkan tanpa ada penumpukan persediaan yang berlebihan sehingga dapat menghilangkan pemborosan dan mengendalikan biaya. Pemborosan yang dimaksud misalnya kelebihan produksi, produk cacat, sediaan yang tidak perlu, waktu tunggu, dan lain lain. Inventaris persediaan nol dapat dicapai dengan melakukan pembelian sistem kontrak jangka panjang dengan supplier, sehingga kualitas yang dikirim sesuai produksi tanpa melalui gudang, sehingga bahan baku tidak mengantri untuk diproduksi yang menyebabkan resiko kerusakan / keusangan yang berdampak pada mutu produk. Selain itu dengan penerapan toq akan dihasilkan produk bebas cacat sebab toq melarang adanya produk cacat lolos sampai lini proses akhir. Konsep diatas berbeda dengan metode tradisional yang mengijinkan adanya persediaan di gudang dan produk cacat yang wajar. Persediaan dianggap penting sebab untuk memperlancar proses produksi dan merupakan kekayaan perusahaan. Maka pembelian diklakukan dalam jumlah besar dan frekuensi pengiriman lebih sedikit. Sedangkan dalam hal mutu, metode ini melakukan inspeksi saat bahan baku datang dan barang jadi selesai dibuat, sehingga terdapat level produk cacat yang wajar dan pengerjaan ulang. Dalam analisis akan dilakukan perbandingan antara metode tradisional dan metode jit. Metode tradisiona menggunakan eoq, frekuensi pemesanan, daur pemesanan ulang, safety stock, jumlah persediaan maksimal dan minimal, reorder point. Sedangkan analisis jit dilakukan eliminasi biaya tidak bernilai tambah, pembelian dengan lot kecil, persediaan nol/biaya yang datang langsung diproduksi tanpa pergudangan. Dari analisis kedua metode diatas akan diperbandingkan dalam laporan harga pokok produksi dan laporan rugi laba sehingga didapat gambaran bahwa seharusnya perusahaan seharusnya menerapkan sistem just in time dalam mengelola persediaanya.