Date: 04-08-2020 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

PENGENDALIAN BIAYA KUALITAS SEBAGAI UPAYA PERUSAHAAN DALAM MEMPERTAHANKAN STANDARISASI PRODUK PADA PT. PRESTASI IDE JAYA

Detail
Author ANITA WIJAYANTI A.2008.1.30925
Category Akuntansi Manajemen dan SIA

Abstract

Persaingan yang semakin kompetitif di dunia bisnis saat ini membuat perusahaan berlomba-lomba dalam mencari alternatif yang dianggap tepat agar dapat tetap eksis di dunia bisnis. Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan adalah kemampuan menyediakan produk yang berkualitas dengan harga yang kompetitif bagi konsumen. Produk yang berkualitas akan memiliki sejumlah keistimewaan yang mampu meningkatkan kepuasan atas penggunaan produk tersebut. Untuk mencapai kualitas produk yang diharapkan, perusahaan harus melakukan upaya pengendalian kualitas, guna memberikan jaminan kepada pihak konsumen bahwa produk yang dihasilkan adalah berkualitas sesuai dengan spesifikasi (standar) produk yang ditetapkan oleh perusahaan. Dalam pelaksanaannya perusahaan juga memerlukan pengukuran biaya atas pelaksanaan program kualitas tersebut, agar produk yang dihasilkan berkualitas dan mampu bersaing di pasaran. Melalui laporan dan analisis biaya kualitas maka perusahaan dapat mengambil tindakan yang bijaksana dalam mencapai tujuan program peningkatan kualitas, seperti halnya yang terjadi pada PT. Prestasi Ide Jaya Sidoarjo yang merupakan sebuah perusahaan manufaktur sepatu yang berproduksi berdasarkan pesanan dari pelanggan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan diketahui bahwa perusahaan belum melakukan pengendalian biaya kualitas dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari besarnya prosentase biaya kualitas terhadap penjualan yang dikeluarkan perusahaan dari tahun ke tahun semakin meningkat, seperti ditunjukkan dengan besarnya biaya kualitas tahun 2009 sebesar Rp. 2.474.451.000 kemudian meningkat menjadi sebesar Rp. 2.499.420.900 pada tahun 2010. Biaya kualitas yang dilakukan perusahaan pada dasarnya relatif tinggi karena masih jauh diatas 2,5% seperti yang diharapkan oleh pihak manajemen. Hasil analisis biaya kualitas terhadap tingkat kerusakan menunjukkan bahwa prosentase perbandingan total kecacatan produk terhadap total produksi pada tahun 2009 sebesar 3% menurun menjadi 2,8% pada tahun 2010. Biaya kualitas yang dikeluarkan perusahaan akan membentuk komponen biaya yang mempengaruhi pendapatan perusahaan. Besar kecilnya biaya ini tergantung dari kebijakan perusahaan, sehingga biaya ini dapat dikendalikan untuk tujuan efisiensi biaya produksi maupun non produksi dan peningkatan laba perusahaan, melalui perbaikan dan mempertahankan kualitas serta standarisasi produk. Jadi dapat dikatakan bahwa pengendalian biaya kualitas memiliki peranan besar dalam rangka meningkatkan kualitas produk, profitabilitas dan mempertahankan standarisasi produk pada PT. Prestasi Ide Jaya.