Date: 06-12-2019 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

PENERAPAN ANGGARAN FLEKSIBEL SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI

Detail
Author FUADA AZKIYA A. 2008.1.31063
Category Akuntansi Manajemen dan SIA

Abstract

Semakin pesatnya perkembangan dunia usaha, banyak perusahaan kecil berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar sehingga muncul banyak persaingan. Pendirian suatu perusahaan, pada dasarnya untuk jangka waktu tak terbatas karena hasil yang dicapai akan terlihat setelah kurun waktu yang akan datang dan bersifat profit oriented dengan tujuan mendapatkan laba maksimal. Perusahaan Kerajianan Kulit ?Mulya Dua? Ponorogo berusaha bertahan dalam menghadapi persaingan dan untuk mencapai tujuan dengan mengelola sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efisien. Langkah awal yang dilakukan oleh Perusahaan Kerajinan Kulit ?Mulya Dua? Ponorogo adalah melakukan penyusunan anggaran perusahaan sebagai alat atau sistem perencanaan dan pengendalian biaya produksi yang meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik. Dalam hal ini perusahaan menghadapi sebuah permasalahan yaitu terjadi penyimpangan antara biaya produksi yang dianggarkan dengan realisasinya dimana pihak perusahaan tidak melakukan analisis yang lebih teliti terhadap penyimpangan biaya, sehingga perusahaan mengalami kesulitan dalam menetukan faktor penyebab dan sekaligus mengambil keputusan karena selama ini Perusahaan Kerajianan Kulit ?Mulya Dua? Ponorogo menggunakan anggaran tetap. Pada penyusunan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus tentang keadaan perusahaan dan cara penyusunan anggaran pada bidang produksi. Alasan menggunakan jenis penelitian ini adalah mengambil satu permasalahan atau kasus yang terjadi pada Perusahaan Kerajinan Kulit ?Mulya Dua? Ponorogo sebagai objek penelitian. Kemudian melakukan analisis dengan melaksanakan pengkajian data agar dapat memberikan alternatif pemecahan masalah. Metode pengumpulan datanya dilakukan dengan cara interview langsung dengan pihak perusahaan dan pihak berwenang dalam bidang yang berhubungan dengan masalah atau objek yang diteliti. Pengumpulan data yang lain yaitu dengan observasi dan dokumentasi, data-data yang diperoleh adalah struktur organisasi, proses produksi, anggaran dan realisasi biaya produksi, klasifikasi biaya berdasarkan pada perilaku biaya serta catatan yang berhubungan dengan anggaran fleksibel. Setelah melakukan penelitian dan melaksanan analisis selisih biaya produksi pada Perusahaan Kerajinan Kulit ?Mulya Dua? Ponorogo, maka hasil analisis menunjukkan bahwa biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik terdapat selisih yang menguntungkan dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2010. Tetapi selisih yang diketahui tersebut hanya berdasarkan total selisih yang terjadi. Untuk mengetahui selisih harga dan tarif yang terjadi serta mengatasi permasalahan yang dihadapi, sebaiknya perusahaan melakukan analisis biaya dan menggunakan metode anggaran fleksibel yang lebih rinci. Demikian penyusunan anggaran fleksibel bedasarkan pada range relevan dan standar biaya produksi, yaitu: produksi 3.726 pasang sepatu dengan anggaran biaya produksi sebesar Rp 205.638.516,6; untuk produksi 3.910 pasang sepatu dengan anggaran biaya sebesar Rp 215.426.334,2; produksi 4.140 pasang sepatu dengan anggaran biaya produksi sebesar Rp 227.604.856,2; untuk 4.370 pasang sepatu biaya yang dianggarkan sebesar Rp 239.783.378,2; dan untuk produksi 4.600 pasang sepatu dengan anggaran biaya sebesar Rp 251.961.900,2.