Date: 06-12-2019 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

SURVEY TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN AKUNTANSI PENYUSUN LAPORAN KEUANGAN BKM DI KABUPATEN MALANG

Detail
Author Dinar Astrie Sasanti
Category Akuntansi Keuangan dan Auditing

Abstract

Saat ini pemerintah telah meluncurkan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) sebagai upaya pengentasan kemiskinan di daerah perkotaan. Program ini adalah Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP). Sasaran wilayah P2KP dilakukan secara bertahap, dan penerimaan bantuan tersebut dikelola oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). BKM berfungsi untuk menyalurkan pinjaman kepada masyarakat secara berkelompok maupun perseorangan. Hal ini menjadikan BKM sebagai jembatan anatara masyarakat kecil dengan pemerintah. Maka BKM perlu membuat laporan keuangan yang berkaitan dengan dana yang diterima dari pemerintah dan disalurkan kepada masyarakat. Oleh karena itulah, Pemahaman terhadap penyusunan laporan keuangan ini seharusnya menjadi perhatian utama, khususnya bagi penyusun laporan keuangan BKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman akuntansi penyusun laporan keuangan BKM di Kabupaten Malang. Penelitian ni dilakukan dengan cara survey terhadap beberapa penyaji laporan keuangan BKM di Kabupaten Malang. Manfaat yang diperoleh selain untuk pihak-pihak yang berkepentingan, juga untuk para pengurus BKM sebagai bahan untuk melakukan evaluasi terhadap penyajian laporan keuangan. Dari penelitian yang dilakukan didapat kesimpulan dan saran yang dapat digunakan sebagai pertimbangan bagi perkembangan BKM di kabupaten Malang. Dapat disimpulkan bahwa bahwa pemahaman akuntansi sebagian penyusun laporan keuangan BKM di Kabupaten Malang cukup baik karena latar belakang pendidikan dan persiapan penyusun laporan keuangan dalam menyajikan laporan keuangan. Namun penyusun laporan keuangan juga masih merasa bahwa catatan yang dibuat dalam penyusunan laporan keuangan BKM cukup rumit. Hal ini disebabkan karena buku catatan yang ada terlalu banyak sehingga membingungkan. Saran-saran yang diharapkan menjadi bahan pertimbangan, yaitu hendaknya pihak pengurus BKM mengadakan evaluasi terhadap penyajian laporan keuangan yang ada agar dapat melakukan perubahan dan peningkatan pada sistem pencatatanlaporan keuangan yang terkomputerisasi. Dan hendaknya sering mengadakan pembinaan dan pelatihan kepada para penyusun laporan keuangan sehingga diharapkan dapat mebuat laporan keuangan sesuai standar akuntansi keuangan yang berlaku khususnya kepada mereka yang mempunyai pendidikan di bawah SLTA atau tidak memiliki latar belakang pengetahuan akuntansi.