Date: 14-08-2020 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

Analisis Kinerja Pembiayaan Murabahah Studi Pada PT Bank Syariah Mandiri Cabang Malang

Detail
Author Loly Inang Christian K. 2008.1.31067
Category Manajemen Perbankan

Abstract

Perbankan syariah merupakan bank yang aktivitasnya menerapkan nilai-nilai Islam dan menjauhi riba. Dengan demikian, penghindaran bunga yang dianggap riba merupakan salah satu tantangan yang dihadapi dunia islam. Bank Syariah Mandiri Cabang Malang merupakan salah satu bank syariah di Indonesia yang menjalankan konsep Murabahah yaitu akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Selama masa pembiayaan, besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas. Bank Syariah Mandiri Cabang Malang memberikan pembiayaan dalam bentuk pembayaran secara kredit atau cicilan dan mempunyai beberapa sistem, prosedur, dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penerima pembiayaan. Dalam pembiayaan ini tentunya nasabah memilki kewajiban untuk melunasi barang yang dibeli. Pada saat pelunasan adapun kendala yang dihadapi oleh bank, berkaitan dengan kinerja pembiayaan yang dapat dinilai dari kolektibilitasnya. Adapun penilaian kolektibilitas antara lain Lancar (pass), Dalam perhatian khusus (special mention), Kurang lancar (sub standar), Diragukan (doubtfull), Macet (loss). Dalam menilai kinerja pembiayaan murabahah, diperlukan rasio permodalan dan likuiditas. Rasio permodalan ini digunakan sebagai metode analisis data untuk mengetahui kualitas pembiayaan yang diberikan, dengan standar <5% yang berarti semakin kecil, semakin baik. Berdasarkan perhitungan rasio permodalan NPF per Desember 2010 0,74%, per Desember 2011 1,43%, per Januari 2012 1,75%, sedangkan perhitungan rasio likuiditas yang memiliki standar yaitu 85%-100%, FDR per Desember 2010 98,2%, per Desember 2011 97,2%, per Januari 2012 97,05%. Dari keseluruhan hasil analisa kinerja pembiayaan yang telah dihitung dengan rasio NPF bahwa selama per Desember 2010, 2011, dan Januari 2012 tidak ada pembiayaan yang bermasalah dan berdasarkan hasil FDR tersebut lancar dan mampu membayar penarikan dana oleh debitur dari pembiayaan yang diberikan.