Date: 26-05-2019 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

Analisis Pengaruh Motivasi Dan Pemberdayaan Terhadap Kepuasan kerja Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan ARYAWAN

Detail
Author BUDI SETYAWAN S.2010-2.00234
Category Manajemen Sumber Daya Manusia

Abstract

Kinerja karyawan yang tinggi merupakan hal yang di harapkan oleh organisasi baik organisasi swasta maupun negeri. Kinerja di pengaruhi oleh banyak hal. baik dari motivasi dari diri pribadi maupun dorongan dari luar. Hal ini sesuai dengan banyak penelitian bahwa kinerja dapat di dorong oleh pengaruh internal maupun eksternal. Bahwa karyawan perlu di beri tantangan dalam melaksanakan tanggung jawab mengerjakan tugas di yakini akan meningkatkan kinerja pegawai tersebut. Dengan mengerjakan tugas yang lebih menantang karyawan merasa lebih dihargai dan hal tersebut akan menumbuhkan rasa memiliki, percaya diri. Karyawan akan merasakan kepuasan dalam bekerja yang kemudian akan berimplikasi meningkatnya kinerja. Pemberian remunerasi yang lebih baik, karir yang jelas, reward dan punishment, akan membuat karyawan merasa nyaman, aman. Hal ini memberikan rasa puas terhadap pekerjaan. Dan dari kepuasan terhadap pekerjaan akan meningkatkan kinerja. Unsur-unsur diatas merupakan unsur dari pemberdayaan dan motivasi. Jadi secara langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan kerja, pemberdayaan, motivasi dapat meningkatkan kinerja karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan hal tersebut. Dalam penelitian ini di bagi menjadi 2 model jalur, model 1 yaitu pengaruh pemberdayaan, motivasi terhadap kepuasan kerja dan model 2 yaitu pengaruh pemberdayaan , motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. Pengaruh langsung dari pemberdayaan terhadap kinerja adalah 0,325 sedangkan pengaruh langsung motivasi terhadap kinerja adalah 0,282 serta pengaruh langsung kepuasan kerja 0,258 terhadap kinerja. Dari hal ini terlihat bahwa pemberdayaan dan motivasi mempunyai pengaruh langsung yang cukup bermakna terhadap kinerja. Sedangkan pengaruh tidak langsung pemberdayaan terhadap kinerja melalui kepuasan kerja menunjukkan pengaruh sebesar 0,085 sedangkan pengaruh motivasi terhadap kinerja melalui kepuasan kerja sebesar 0,086. Apabila di hitung pengaruh total dari pengaruh langsung dengan pengaruh tidak langsung pemberdayaan terhadap kinerja dan motivasi terhadap kinerja maka dihasilkan nilai sebesar 0,410 dan 0,368. Terlihat pengaruh yang cukup besar pemberdayaan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebesar 41% sedangkan pengaruh motivasi terhadap kinerja 36,8%. Melihat dari nilai R Square adalah 75%, sehingga dapat dikatakan pengaruh secara keseluruhan variabel pemberdayaan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja adalah dalam kategori tinggi. Dapat dikatakan pula bahwa variabel dependen yang dapat di terangkan oleh varibel indpenden adalah sebesar 75% sedangkan 25 % di terangkan oleh varibel lain yang tidak di teliti dalam model ini. Dari penelitian ini menunjukkan peran masing- masing variable yang cukup besar sehinga disarankan kepada pimpinan KPP Madya Malang untuk lebih memperhatikan pemberdayaan karyawan agar dapat meningkatkan kinerja dari karyawannya.