Date: 20-10-2021 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

ANALISIS SISTEM PENYALURAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) DALAM MENUNJANG EFEKTIFITAS PENGENDALIAN INTERN UNTUK MENCEGAH KREDIT BERMASALAH (STUDI KASUS PADA BANK JATIM KANTOR CABANG PASURUAN)

Detail
Author WILDA PUSPITA RINI A.2009.1.31165
Category Manajemen Perbankan

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah telah membuktikan ketangguhannya dalam bertahan selama masa krisis. Jenis usaha ini, mengalami beberapa kendala dalam usaha. Salah satunya adalah akses permodalan. Pemerintah mencoba memberikan kemudahan dalam akses permodalan melalui bank yang ditunjuk pemerintah, dengan cara penyaluran Kredit Usaha Rakyat. KUR mempunyai persyaratan yang lebih ringan dari pada skim kredit yang lainnya serta bunga yang cukup rendah. Seperti halnya penyaluran skim kredit yang lain, penyaluran KUR juga memiliki resiko yaitu resiko timbulnya kredit bermasalah. Bank harus mempunyai sistem penyaluran kredit yang baik agar dapat menunjang pengendalian intern untuk mencegah kredit bermasalah. Selain dari faktor bank itu sendiri, kredit bermasalah juga dapat berasal dari faktor debitur seperti kegagalan usaha serta iktikad debitur untuk melunasi kreditnya. Penelitian ini dilakukan pada Bank Jatim Kantor Cabang Pasuruan, yang mengalami kecenderungan peningkatan tingkat kredit bermasalah atau NPL (Non Performing Loan) selama 5 tahun. Pengaruh NPL KUR terhadap NPL Bank Jatim secara keseluruhan adalah sangat signifikan. Sistem yang digunakan untuk menyalurkan KUR sama dengan sistem penyaluran skim kredit yang lainnya. Bank Jatim melakukan pengembangan dalam penyaluran KUR ini berupa kegiatan pembinaan dan pengawasan yang terjadwal dengan sistematis serta mengedepankan hubungan yang baik dengan debiturnya. Pada dasarnya, sistem penyaluran kredit yang dimiliki Bank Jatim telah baik. Sistem ini memperkecil jalannya fraud dan mempersempit jalan debitur untuk memacetkan kreditnya. Akan tetapi, dalam pelaksanaanya personel yang terkait dengan penyaluran KUR harus lebih disiplin dalam menjalankan sistem yang sudah ada. Karena tanpa adanya pelaksanaan yang sehat dari sistem tersebut, maka pengendalian intern akan kurang efektif sehingga hal-hal yang diinginkan dapat terjadi. Selain itu, peningkatan kualitas analis serta peningkatan pembinaan dan pengawasan debitur juga sangat dianjurkan untuk perbaikan pelaksanaan sistem penyaluran kredit.