Date: 14-08-2020 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional dan Free Cash Flow Terhadap Kebijakan Hutang (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2009-2011)

Detail
Author ANIK WAHYUNI A.2009.1.31213
Category Akuntansi dan Bisnis Syariah

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang teori keagenan yang menunjukkan bahwa hubungan keagenan muncul pada perusahaan ketika pemegang saham (principal) mempekerjakan manajer (agent) untuk memberikan jasa, dengan tujuan utama meningkatkan nilai perusahaan melalui kemakmuran pemilik atau pemegang saham. Namun manajemen seringkali mempunyai kepentingan yang berbeda, dengan kewenangan yang dimiliki, manajer bisa melakukan tindakan yang lebih menguntungkan dirinya sendiri dengan mengorbankan kepentingan para pemegang saham sebagai pemilik perusahaan. Disinilah muncul konflik keagenan. Mekanisme untuk mengurangi konflik keagenan adalah dengan meningkatkan kepemilikan manajerial, institutional investor, sebagai monitoring agent, serta meningkatkan pendanaan dengan hutang yang dapat dikendalikan dengan free cash flow. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris pengaruh kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional, dan free cash flow terhadap kebijakan hutang perusahaan yang ditinjau dari perspektif teori keagenan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Explanatory Research dengan pendekatan kuantitatif yang menjelaskan hubungan antara peubah-peubah melalui pengujian hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada periode 2009- 2011. Pengambilan sampel yang dilakukan dengan metode purposive random sampling sehingga diperoleh 84 sampel perusahaan. Metode analisis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kepemilikamanajerial berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang perusahaan, (2) Kepemilikan institusional berpengaruh secara signifikan terhadap kebijakan hutang perusahaan, (3) free cash flow berpenganruh secara signifikan terhadap kebijakan hutang perusahaan.