Date: 24-01-2020 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL TERHADAP PENDIRIAN USAHA TERNAK ITIK PEDAGING JENIS HIBRIDA DI KABUPATEN MALANG

Detail
Author DWIANTO ANDREAS Nomor pokok : K.2007.1.30671
Category Manajemen Perbankan

Abstract

Perkembangan ternak itik di Indonesia semakin meningkat terlihat pada data produksi daging itik dalam negeri terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010 mengalami peningkatan jumlah produksi mencapai 32,51% dari tahun 2009. Itik termasuk hewan unggas yang mempunyai beberapa macam ras diantaranya adalah itik alabio, mojosari, peking, tiktok dan hibrida. Itik hibrida merupakan itik silangan dari itik peking dan itik mojosari, sehingga dihasilkan itik hibrida yang mempunyai pertumbuhan cepat yang digunakan sebagai itik pedaging, sehingga bisnis itikpedaging hibrida sangat potensial untuk didirikan. Dalam pendirian usaha ternak itik pedaging hibrida, diperlukan studi kelayakan bisnis untuk memberikan masukan terhadap strategi pendirian usaha baru. Beberapa aspek yang perlu ditinjau dalam melakukan studi kelayakan bisnis usaha pendirian ternak itik pedaging yaitu aspek teknis dan finansial. Aspek teknis akan menngungkapkan kebutuhan apa yang diperlukan dan bagaimana secara teknis produksi akan dilaksanakan. Disamping itu pada aspek finansial yang akan dikaji adalah berupa Harga Pokok Penjualan (HPP), Break Even Point (BEP), Efisiensi Usaha, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period (PP), untuk mengetahui layak atau tidaknya usaha ternak itik hibrida tersebut untuk didirikan. Hasil dari perhitungan analisis keuangan menunjukkan bahwa harga pokok produksi 19,260 rupiah. Setelah dilakukan uji kelayakan pemeliharaan 1.000 ekor itik, harga jual dari penelitian tersebut adalah sebesar Rp. 23.800,00. Break Even Point (BEP) tercapai dalam 3.870 ekor dijual atau 89.394.397.00 rupiah. Efisiensi usaha (R / C ratio) adalah 1,19. Nilai Net Present (NPV) positif yang 58.526.416,00 rupiah. Internal Rate of Return (IRR) adalah 45,60% dan Payback Period (PP) adalah 1,94 tahun. Berdasarkan studi tentang aspek teknis dan keuangan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa peternakan dari 1.000 daging bebek memproduksi layak.