Date: 08-08-2020 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

ANALISIS MANAJEMEN KREDIT UNTUK MENURUNKAN KREDIT BERMASALAH (Studi Kasus pada PT. Bank Perkreditan Rakyat X)

Detail
Author DWI CITRA YUNIARTI HANDAYANI K.2007.1.30691
Category Manajemen Perbankan

Abstract

Bank berperan sebagai intermediasi atau perantara antara masyarakat kelebihan dana dengan masyarakat kekurangan dana, usaha pokoknya adalah kegiatan- kegiatan pada sektor perkreditan, atau penyaluran dana. Namun dalam usaha Penyaluran dana tidak terlepas dengan risiko kegagalan atau kemacetan pelunasannya,yang mana nasabah tidak mampu lagi untuk melunasi kreditnya. Begitu pula pada PT. BPR X tidak lepas dengan kredit bermasalah, untuk menghindari hal tersebut maka diperlukan manajemen kredit yang efektif sehingga bank mampu untuk menurunkan kredit bermasalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen kredit yang diterapkan PT. BPR X untuk menurunkan terjadinya kredit bermasalah dan Untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kredit bermasalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Dari hasil analisis ini diperoleh bahwa manajemen kredit yang diterapkan PT.BPR X sudah mampu dan efektif untuk mengelola kredit dan menurunkan kredit bermasalah dengan menggunakan analisis 5C dan rekomendasi selain itu, dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan. Faktor penyebab kredit bermasalah adalah nasabah yang tidak memiliki Iítikad yang baik, PT.BPR X melakukan langkah-langkah untuk menurunkan kredit bermasalah dengan cara melakukan Peringatan tertulis pada nasabah 1-3x, Mendatangi debitur bersama tim-tim, Debitur akan dibawa ke hukum cukup efektif. Dan Dilihat dari kolektibility tahun 2010-2012 kredit bermasalah tiap tahunnya mengalami penurunan dari tahun 2010 sebesar 20,88% , tahun 2011 menurun sebesar 20,09% sampai tahun 2012 menurun 18,43%.