Date: 14-08-2020 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PADA PERUSAHAAN NATHANIA FURNITURE

Detail
Author RIZKY MARIA DJAMI A. 2008.1.20951
Category Akuntansi Keuangan dan Auditing

Abstract

Sektor UKM memegang peranan penting dalam ketahanan perekonomian Indonesia. Maka dengan kondisi perekonomian Indonesia yang tidak menentu, membuat usaha kecil menengah menjadi wahana yang baik bagi pencipta lapangan pekerjaan yang produktif karena proses produksi dalam industri-industri berskala kecil dan menengah pada umumnya bersifat padat karya. UKM menjadi pencipta pasar baru, sumber inovasi, pemain penting dalam pengembangan kegiatan ekonomi local dan pemberdayaan masyarakat. UKM merupakan sektor yang tetap stabil walaupun keadaan bangsa dalam krisis. Karena kebanyakan organisasi dan atau usaha yang berkaitan dengan sektor riil adalah UKM. Sebagian orang percaya bahwa salah satu cara untuk memulihkan keadaan perekonomian bangsa ini adalah dengan menggerakkan usaha yang berkaitan dengan sektor riil. Sehingga dengan memberdayakan UKM akan terlihat jelas hasil nyata peningkatan kinerja bangsa yang signifikan. Pada umumnya pemilik UKM beranggapan bahwa pencatatan keuangan tidaklah perlu. Membutuhkan kecermatan, waktu dan juga biaya dengan jumlah tertentu membuat beberapa pemilik UKM enggan untuk melakukan aktifitas pencatatan keuangan. Mengandalkan ingatan untuk mengingat segala sesuatu yang berkaitan dengan operasional perusahaan menjadi pilihan yang menarik bagi kebanyakan pelaku UKM. Namun tentunya tidak semua pelaku UKM memiliki anggapan tersebut. Masih ada pelaku UKM yang melakukan pencatatan keuangan dalam menjalankan usahanya. Sehingga perlunya diterapakan SAK ETAP dalam menyusun laporan keuangan Usaha Kecil dan Menengah. Hasil penelitian diketahui bahwa pencatatan akuntansi pada perusahaan Nathania Furniture telah dijalankan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku umum, terdapat beberapa perbedaan pencatatan akuntansi yang dilakukan oleh perusahaan dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik terutama pada rekening biaya penyusutan inventaris kantor, rekening penyusutan mesin pabrik dan penyusutan kendaraan pabrik, perbedaan disebabkan adanya perbedaan dalam penentuan tarif dan masa ekonomis aktiva tetap yang dicatat oleh perusahaan dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik. Sebelum dilakukan rekonsiliasi pencatatan akuntansi perusahaan dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik laba yang dihasilkan perusahaan sebesar Rp. 235.603.286 dan setelah rekonsiliasi laba perusahaan menjadi Rp.237.090.600. yang berarti terjadi peningkatan setelah rekonsiliasi sebesar Rp. 1.487.314.