Date: 01-12-2021 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD PADA PDAM KOTA PROBOLINGGO

Detail
Author Rullya Virgiani
Category Akuntansi Keuangan dan Auditing

Abstract

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PDAM kota Probolinggo diharapkan mampu membawa perusahaan ke arah yang lebih baik dalam rangka memberikan pelayanan kebutuhan sarana akan air bersih dan dapat memberikan kontribusi yang memadai dalam jangka panjang. Kinerja perusahaan dikatakan baik apabila perusahaan mampu mengembangkan sumber daya yang dimiliki dan mencapai target yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan Oleh karena itu, maka diperlukan metode pengukuran kinerja yang tidak hanya mengukur kinerja keuangan, namun juga aspek-aspek lain yang dinilai penting untuk mempertahankan eksistensi perusahaan. Salah satu pendekatan pengukuran kinerja tersebut adalah Balanced Scorecard. Terdapat empat perspektif yang diukur dalam Balanced Scorecard yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Dari hasil penelitian dengan pendekatan Balanced Scorecard, pada tahun 2010-2012 menunjukkan bahwa (1) Kinerja PDAM Kota Probolinggo berdasarkan perspektif keuangan masih kurang baik. Hal ini nampak dari pengukuran berdasarkan rasio ROA, ROE, Pmos, yang mengalami penurunan serta rasio sales growth dan TATO yang mengalami kenaikan tetapi tidak signifikan, (2) Ditinjau dari perspektif pelanggan, secara keseluruhan menunjukkan peningkatan kinerja yang cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan tingkat retensi pelanggan yang berarti pelanggan cukup puas terhadap jasa yang telah diberikan PDAM Kota Probolinggo dan jumlah keluhan pelanggan pada tahun 2012 mengalami penurunan serta peningkatan profitabilitas pelangan. Tetapi kelemahan dalam perspektif ini adalah pada tingkat akuisisi pelanggan yang mengalami penurunan, (3) Kinerja PDAM Kota Probolinggo berdasarkan perspektif proses bisnis internal dapat dikatakan baik. Hal ini dapat dilihat dari adanya inovasi dan layanan purna jual, (4) Dari perspektif pertumbuhan dan pembelajaran secara keseluruhan dapat dikatakan baik. Hal ini dapat dilihat dari analisis untuk kepuasan karyawan yang dilakukan dengan membagikan kuesioner bahwa perusahaan sudah mampu mencapai indeks kepuasan karyawan dan tingkat perputaran karyawan yang ada pada PDAM Kota Probolinggo perputarannya tetap sebesar 0%. Tetapi kelemahan dalam perspektif ini adalah pada tingkat produktivitas karyawan yang mengalami penurunan.