Date: 20-10-2021 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

ANALISIS PEMBERIAN KREDIT SEBAGAI UPAYA MEMPERKECIL RESIKO KREDIT MACET PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP) DANA BANGSA LAWANG KABUPATEN MALANG

Detail
Author Diaz Doni Hartono
Category Manajemen Perbankan

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada adanya permasalahan yang dihadapi KSP Dana Bangsa yaitu tingginya kredit bermasalah mencapai 9,17% dari total kredit yang disalurkan pada tahun 2013, sehingga dapat mengganggu kelancaran operasional koperasi. Untuk mengurangi kredit macet tersebut, maka diperlukan analisis pemberian kredit yang tepat agar dapat mengurangi resiko kredit yang terjadi di kemudian hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Proses atau Prosedur analisis kredit, untuk mengetahui Resiko Kredit dan mengetahui kaitan atau hubungan analisis kredit dengan usaha memperkecil resiko kredit Pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Dana Bangsa Lawang Kab. Malang. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa LDR KSP Dana Bangsa dari tahun 2010 sampai tahun 2013 cukup ekspansif dalam menyalurkan kreditnya karena berkisar antara 91,83% sampai 95,84% berada pada level yang aman (80% - 100%) artinya bahwa KSP Dana bangsa masih tetap baik dalam menyalurkan kreditnya dan masih memiliki peluang yang baik untuk memperoleh keuntungan dari penyaluran kredit. Dari hasil analisis rasio NPL pada tahun 2010 sebesar 3,56%. Dan tahun 2011 terjadi peningkatan sebesar 4,45% dan pada tahun 2012 sampai 2013 terjadi peningkatan mencapai 7,94%-9,17%. Pada tahun 2013 jauh berada pada nilai ideal NPL yaitu 5%, artinya bahwa penyaluran kredit yang dilakukan oleh KSP Dana Bangsa masih kurang efektif karena masih tingginya jumlah kredit yang bermasalah. Dapat disimpulkan penyebab kredit bermasalah adalah kesalahan dari koperasi dan nasabah. Untuk kesalahan dari koperasi yaitu kesalahan dalam analisis kredit dan taksasi jaminan dan kurangnya pengawasan. Kesalahan dari nasabah diantaranya usaha, kepailitan usaha, masalah keluarga, dan watak/karakter nasabah yang kurang baik. Berkaitan dengan hasil penelitian di atas, maka dalam menyalurkan kreditnya sebaiknya koperasi lebih berhati-hati terutama dalam hal menilai calon nasabah,karena sebagian besar penyebab terjadinya kredit bermasalah adalah adanya nasabah yang memiliki karakter atau watak yang kurang baik. Oleh karena itu diharapkan kepada KSP Dana Bangsa agar lebih teliti didalam menilai calon debiturnya.