Date: 01-12-2021 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

ANALISIS PENDAPATAN PETANI KAKAO SEBELUM DAN SESUDAH BERGABUNG DI GAPOKTAN “GUYUB SANTOSO” TERKAIT DENGAN BURSA KOMODITI

Detail
Author LUDFIANA TRI WAHYUNINGTYAS
Category Akuntansi Keuangan dan Auditing

Abstract

Indonesia adalah negara penghasil komoditas terbesar dan dikenal juga dengan negara agraris. Indonesia merupakan negara ketiga sedunia penghasil kakao setelah Pantai Gading dan Ghana. Kakao adalah komoditi yang memberikan sumbangan terbesar untuk devisa negara yang ketiga setelah karet dan minyak sawit, tetapi pendapatan petani kakao sebelum dan sesudah adanya bursa komoditi berbeda. Penelitian ini menggunakan uji beda dengan menggunakan alat SPSS, paired sample t-test versi 19,0. Populasi dalam penelitian ini adalah petani kakao yang bergabung di gapoktan ‘Guyub Santoso’. Dengan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling yang sampelnya diambil secara acak tanpa memperhatikan kriteria yang ada. Sampel yang diambil sebanyak 30 responden. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pendapatan petani sebelum dan sesudah bergabung di gapoktan ‘Guyub Santoso’ terkait dengan bursa komoditi berbeda secara nyata. Hal ini berdasarkan dengan harga jual kakao yang menjadi patokan di gapoktan ‘Guyub Santoso’ sangat berbeda dengan harga jual kakao sebelumnya. Karena gapoktan ‘Guyub Santoso’ menerapkan berdasarkan harga di bursa komoditi atau harga dunia kakao. Sehingga sangat berpengaruh terhadap pendapatan petani kakao.