Date: 14-08-2020 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan terhadap keputusan Pendanaan (Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI)

Detail
Author Tamam Aulia
Category Akuntansi Keuangan dan Auditing

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan perusahaan terhadap perubahan harga saham. Kinerja keuangan diukur dengan 5 (lima) rasio keuangan yaitu return on assets, return on equity, debt equity ratio, net profit margin, dan earning per share. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa rasio-rasio keuangan dan harga saham. Sampel yang digunakan adalah perusahaan manufaktur go public di BEI tahun 2010 sampai 2014. Pengambilan sampel berdasarkan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 8 perusahaan yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Berdasarkan hasil uji asumsi klasik, variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini tidak terjadi masalah autokorelasi, multikolinieritas, heteroskedastisitas, dan data dalam penelitian ini memiliki sebaran normal pada 4 rasio keuangan yaitu debt equity ratio, net profit margin, return on assets, return on equity dan earning per share sedangkan pada return on equity mengalami multikolinearitas terhadap struktur modal sehingga variabel return on equity di keluarkan dari model. Hasil uji hipotesis uji t parsial menunjukkan bahwa debt equity ratio, net profit margin, return on assets dan earning per share berpengaruh terhadap struktur modal yang mewakili pendanaan di perusahaan. Hasil uji F menunjukkan bahwa kinerja keuangan return on assets, debt equity ratio, net profit margin, dan earning per share secara bersamasama berpengaruh terhadap struktur modal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rasio-rasio tersebut mempunyai pengaruh signifikan terhadap struktur modal. Hasil pengujian koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa 51,4% variasi dari perubahan struktur modal dapat dijelaskan oleh variabel return on assets, debt equity ratio, net profit margin, dan earning per share. Sedangkan sisanya sekitar 48,6% dijelaskan oleh variabel lain di luar model.