Date: 20-03-2019 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

DISIPLIN KERJA MAMPU MENINGKATKAN PENGARUH MOTIVASI DAN KESEJAHTERAAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN DISIPLIN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Detail
Author DIAN WIJAYANTI EKA PUTRI
Category Manajemen Sumber Daya Manusia

Abstract

Keberhasilan suatu organisasi dipengaruhi oleh kinerja individu pegawainya, suatu organisasi akan berupaya untuk meningkatkan kinerja pegawainya dengan harapan tujuan perusahaan dapat tercapai. Kinerja padadasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan karyawan. Kinerja karyawan adalah yang mempengaruhi seberapa banyak mereka memberi kontribusi kepada organisasi antara lain termasuk kuantitas output, kualitas output, jangka waktu output, kehadiran di tempat kerja dan sikap kooperatif. Kinerja merupakan hal yang penting bagi organisasi atau perusahaan serta dari pihak pegawai itu sendiri Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Karyawan Rumah Sakit Lawang Medika Malang, dan untuk mengetahui pengaruh Motivasi dan Kesejahteraan terhadap Kinerja Karyawan Rumah Sakit Lawang Medika Malang melalui Disiplin sebagai variabel intervening, serta untuk mengetahui pengaruh Kesejahteraan terhadap Kinerja Karyawan Rumah Sakit Lawang Medika Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Rumah Sakit Lawang Medika yang berjumlah 100 orang.Sampel diambil berdadasarkan purposif random sampling dengan teknik simple random sampling dan jumlah sampel dalam penelitian 50 karyawan Rumah Sakit Lawang Medika Malang. Hasil penelitian membuktikan bahwa pengaruh langsung Motivasi terhadap kinerja sebesar 0,248. Sementara pengaruh tidak langsung Motivasi melalui disiplin yaitu (0,322 x 0,489) = 0,157. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pengaruh secara langsung variabel Motivasi lebih besar dibandingkan pengaruh secara tidak langsung Motivasi melalui disiplin kerja. Hasil ini menunjukkan bahwa Motivasi berpengaruh secara langsung terhadap kinerja atau dapat disimpulkan bahwa Motivasi bukanlah variabel intervening. Hasil analisis jalur menunjukkan pengaruh langsung kompensasi terhadap kinerja sebesar 0,244. Sementara pengaruh tidak langsung kesejahteraan melalui disipilin kerja yaitu (0,485 x 0,489) = 0,237. Dari hasil perhitungan yang di dapat dijelaskan bahwa pengaruh secara langsung variabel kesejahteraan karyawan lebih besar dibandingkan pengaruh secara tidak langsung kesejahteraan karyawan melalui disiplin kerja. Hasil ini menunjukkan bahwa kesejahteraan berpengaruh secara langsung terhadap kinerja atau dapat disimpulkan bahwa disiplin bukanlah variabel intervening.