Date: 07-12-2019 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

PENGGUNAAN MODEL ANALISIS Z-SCORE SEBAGAI ALAT UNTUK MENGIDENTIFIKASI KESULITAN KEUANGAN

Detail
Author Putri Setiawan
Category Akuntansi Keuangan dan Auditing

Abstract

Setiap perusahaan didirikan dengan harapan akan menghasilkan profit sehingga mampu untuk bertahan dan berkembang dalam jangka waktu yang sangat panjang (going concern). Hal ini berarti dapat diasumsikan bahwa perusahaan akan terus hidup dan diharapkan tidak akan mengalami likuidasi. Oleh karena itu, dalam perkembangan dunia bisnis yang semakin cepat dan kompetitif, para manajer dituntut memiliki kemampuan pengelolaan perusahaan yang lebih baik supaya perusahaan bisa terus bertumbuh dan bertahan dalam jangka panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan untuk mengetahui tingkat kesehatan perusahaan melalui analisis Z-Score pada kelompok industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, serta untuk mengetahui prospek perusahaan tersebut dimasa yang akan datang. Sumber data penelitian yang diambil adalah dengan menggunakan data sekunder berupa Laporan Keuangan yang terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi dan Laporan laba ditahan selama 3 tahun (2012-2014). Hasil analisis dengan model analisis z-score menunjukkan 7 perusahaan yang diteliti, 4 perusahaan dinyatakan dalam keadaan sehat dan 3 perusahaan dinyatakan rawan. Terlihat bahwa PT. Gudang Garam Tbk dan PT. Mayora Indah Tbk tidak mampu mempertahankan kinerja perusahaan sehingga dari keadaan sehat menjadi rawan. PT. Ultrajaya Milk Tbk dan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mampu memperbaiki kinerja perusahaan sehingga dari keadaan rawan menjadi sehat. PT. Kalbe Farma Tbk dan PT. Kimia Farma Tbk mampu mempertahankan keadaan perusahaan dalam keadaan sehat, sedangkan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk tetap dalam keadaan rawan.