Date: 02-12-2020 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

Analisis Sistem Pengendalian Internal Terhadap Siklus Pendapatan (Studi Kasus pada Saygon WaterPark

Detail
Author MARIYA ALFIYONITA
Category Akuntansi Manajemen dan SIA

Abstract

Saygon Waterpark merupakan salah satu unit usaha kepariwisatan berupa wisata air yang berlokasi di Sengon Kecamatan Purwosari kabupaten Pasuruan terdapat permasalahan yakni belum adanya pembagian fungsi yang tegas pada struktur organisasi sehingga dalam pelaksanaannya tugas dan fungsinya kurang maksimal karena masih terjadi perangkapan jabatan pada fungsi yang seharusnya terpisah, disamping itu belum ada standar operasional prosedur yang tertulis berkaitan dengan siklus pendapatan ataupun sistem penjualan tiket masuk ke area wisata. Berdasarkan dari uraian tersebut maka perlu dilakukan penelitian dengan judul Analisis Sistem Pengendalian Internal Terhadap Siklus Pendapatan dengan tujuan menganalisis penerapan pengendalian intern atas siklus pendapatan Saygon WaterPark. Jenis Penelitian ini penelitian deskriptif dan Studi kasus dilakukan di Saygon WaterPark. Sebagai variabel bebas dalam penelitian ini adalah Pengendalian Intern, yang diukur melalui Struktur Organisasi, Sistem Informasi Akuntansi Penjualan, Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pendapatan, Sistem Pengendalian Intern, dan variable terikatnya adalah Siklus Pendapatan. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif diskriptif atau analisis non statistik. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Siklus Pendapatan pada Saygon WaterPark, meskipun masih sederhana, akan tetapi dalam prakteknya mudah dipahami. Sehingga pembuatan laporan terhadap proses siklus pendapatan dari hasil penjualan tiket kendaraan dan tiket masuk berbagai wahana hiburan mudah dilaksanakan (2) Sistem pengendalian intern terhadap siklus pendapatan dapat dikategorikan cukup memadai karena susunan dalam organisasi sudah terdapat pemisah antara tugas dan tanggung jawab. Praktek pelaksanaan sistem otorisasi dan prosedur pencatatan fungsi dari masing-masing unit berjalan cukup sehat dan (3) Bagian pemeriksaan tiket masuk terutama portir dan petugas wahana permainan rentan terjadi kecurangan. Berdasarkan dari kesimpulan hasil penelitian tersebut maka penelitian ini dapat disarankan bagi pengelola wisata dan bagian Accounting untuk bekerja sama dengan Dispenda untuk mendapatkan informasi yang akurat, dan membandingkan dengan laporan dari Dispenda dengan laporan bagian perbekalan. Manajemen personalia sebaiknya membuat sistem rolling kerja khusus bagi petugas pemeriksa tiket untuk menghindari terjadinya kecurangan.