Date: 23-11-2020 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

ANALISIS METODE Z-SCORE DALAM MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Detail
Author CARLOS ALBERTO MARCUS
Category Akuntansi Keuangan dan Auditing

Abstract

Industri rokok merupakan salah satu industri yang paling dinamis di Indonesia, walaupun hasil industrinya adalah produk yang hampir tidak memiliki manfaat bagi yang konsumennya, terus meningkatnya konsumen rokok maka pemerintah semenjak tahun 2014 banyak membuat regulasi, dalam rangka melakukan pengamanan terhadap produk yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan ini. Terus dibatasinya gerak-gerik produksi rokok membuat produsen rokok khawatir, akan berimbas pada keuangan perusahaan. Karena itu perlu adanya langkah antisipasi awal untuk memprediksi tingkat kesehatan keuangan perusahaan sebelum perusahaan mengalami kebangkrutan yang sebenarnya, salah satu suatu metode yang mampu memprediksi potensi kebangkrutan perusahaan adalah metode analisis Altman Z-Score yang telah dilengkapi dengan titik cut off, metode analisis inilah yang penulis gunakan dalam memprediksi potensi kebangkrutan perusahaan manufaktur sub sektor rokok yang terdaftar di BEI. Hasil penelitiannya, dari 4 perusahan rokok yang terdaftar di BEI selama tahun 2013-2015 yaitu Gudang Garam Tbk, H.M. Sampoerna Tbk, Bentoel Internasional Investama Tbk dan Wismilak Inti Makmur Tbk menunjukkan bahwa hanya Bentoel Internasional Investama Tbk yang diprediksi berpotensi mengalami kebangkrutan, karena memiliki nilai Z-Score di bawah titik cut off terendah 2,99 yang dikategorikan sehat. Bagi perusahaan rokok yang terindikasi sehat, harus bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan prestasi yang dicapai, sedangkan bagi perusahaan yang berpotensi mengalami kebangkrutan, perlu melakukan efisiensi biaya operasional semaksimal mungkin, agar perusahaan dapat menghasilkan laba dan memperbaiki likuiditas perusahaan.