Date: 23-11-2020 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

PENGARUH PELATIHAN, LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA

Detail
Author Putri Dwi Rahma
Category Manajemen Sumber Daya Manusia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan, untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja dan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT.Taspen (Persero) Malang dengan jumlah sebanyak 63 karyawan. Mengingat jumlah seluruh karyawan adalah sebanyak 63 karyawan (subyeknya kurang dari 100), maka dalam hal ini seluruh populasi dijadikan sampel dalam penelitian, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi atau sensus. Dari hasil uji validitas dan uji reliabilitas, semua item pada peubah yang digunakan valid dan reliabel. Dikatakan valid karena mempunyai nilai korelasi dengan tingkat probabilitas 0,000 dimana nilai tersebut lebih kecil darialfa (p < 0,05) dan dikatakan reliabel karena mempunyai nilai Alpha Cronbach lebih besar dari 0,6. Hasil uji hipotesis 1, variable pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai sig. 0,003. Hasil uji hipotesis 2, variable lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai sig. 0,026. Hasil uji analisis jalur hipotesis 3, besarnya pengaruh langsung variabel bebas Pelatihan terhadap Kinerja Karyawan sebesar 0.254, dengan total pengaruh tidak langsung sebesar 0.098 (0.163 X 0.605) lebih kecil daripada total pengaruh langsungnya, dalam hal ini hipotesis 3 ditolak. Hasil uji analisis jalur hipotesis 4, besarnya pengaruh langsung variabel bebas Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan sebesar 0.194, dengan total pengaruh tidak langsung sebesar 0.244 (0.404 X 0.605) lebih besar daripada pengaruh langsungnya, dalam hal ini hipotesis empat diterima. Dan koefisien determinasi total diperoleh bahwa model dapat menjelaskan informasi yang terkandung dalam data sebesar 69,9%.