Date: 13-12-2019 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

ANALISIS KINERJA PADA PERBANKAN SYARIAH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN RGEC UNTUK MENILAI TINGKAT KESEHATAN BANK (Studi Pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bank Indonesia Periode 2013-2015)

Detail
Author UMI FITRIANINGSIH
Category Manajemen Perbankan

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kinerja untuk mengetahui bagaimana tingkat kesehatan Bank Umum Syariah (Syariah Mandiri, Bri Syariah, Syariah Bukopin, BNI Syariah dan BCA Syariah) periode 2013-2015 dengan pendekatan metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Capital). Penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif pendekatan kuantitatif analisis ratio: (1) Risk Profile menggunakan rasio keuangan NPF (Non Performing Financing), FDR (Financing to Deposit Ratio) dan IRR (Interest Rate Risk) (2) Good Corporate Governance, (3) Earnings menggunakan rasio keuangan ROA (Return On Asset), dan NIM (Net Interest Margin), dan (4) Capital menggunakan rasio keuangan CAR (Capital Adequacy Ratio). Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kesehatan Bank Umum Syariah (Syariah Mandiri, Bri Syariah, Syariah Bukopin, BNI Syariah dan BCA Syariah) pada tahun 2013 sampai dengan 2015 yang diukur menggunakan pendekatan RGEC secara keseluruhan dapat dikatakan bank yang sehat. Faktor Risk Profile yang dinilai melalui NPF, FDR dan IRR secara keseluruhan menggambarkan pengelolaan risiko yang telah dilaksanakan dengan baik. Faktor Good Corporate Governance sudah memiliki dan menerapkan tata kelola perusahaan dengan baik. Faktor Earnings atau Rentabilitas yang penilaiannya terdiri dari ROA yang hampir secara keseluruhan BUS mengalami penurunan pada tahun 2014 dan terjadi kerugian pada Bank Syariah Mandiri hal ini menandakan bahwa perolehan laba dan pengelolaan aset yang dilakukkan bank kurang memadai dan untuk NIM mengalami kenaikan dan penurunan, meningkatnya rasio mencerminkan perolehan bagi hasil bank semakin besar. Dengan menggunakan indikator CAR, peneliti membuktikan bahwa BUS memiliki faktor Capital yang baik, yaitu diatas ketentuan Bank Indonesia sebesar 8%.