Date: 13-12-2019 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KONSERVATISME AKUNTANSI LAPORAN KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH IFRS SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS LABA

Detail
Author Ernita Novitasari
Category Akuntansi dan Bisnis Syariah

Abstract

Kualitas laba adalah jumlah yang diperoleh dari perusahaan dalam satu periode penuh untuk menjaga kemampuan dari awal sampai akhir. Kualitas Laba dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pengukuran Earning suprising Index. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konservatisme dan IFRS terhadap kualitas laba pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah komparatif bersifat kuantitatif. Komparatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda atau lebih dari satu. Bersifat kuantitatif yaitu yang menjelaskan dan menggambarkan secara induktif, objektif dan ilmiah, di mana data yang di peroleh berupa angka-angka (score, nilai) atau pernyataan-pernyataan yang di nilai, dan dianalisis dengan analisis statistik yang dijadikan objek penelitian melalui pengujian hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2007 dan 2013-2015. Sampel yang dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria yang ditentukan sehingga diperoleh sampel 7 perusahaan. Metode analisis menggunakan analisis regresi linear sederhana. Penelitian ini mempertimbangkan variabel Konservatisme yang diukur dengan total akrual (sebelum depresiasi), IFRS diukur dengan total akrual (sebelum depresiasi) sebagai variabel independen terhadap kualitas laba yang diukur dengan Earning Suprising Index sebagai variabel dependen. Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan tingkat konservatisme akuntansi laporan keuangan sebelum dan sesudah konvergensi IFRS. Tingkat konservatisme akuntansi laporan keuangan sebelum konvergensi IFRS terbukti lebih tinggi dibandingkan tingkat konservatisme akuntansi laporan keuangan sesudah konvergensi IFRS. Dengan kata lain, sesudah konvergensi IFRS laporan keuangan menjadi kurang konservatif. Dan juga penelitian ini membuktikan bahwa konservatisme dan IFRS terdapat perbedaan terhadap kualitas laba Hal ini menunjukkan bahwa konservatisme dan IFRS tidak menjadi faktor dalam kualitas laba. Meskipun konsep IFRS mampu meningkatkan Kualitas Laba, dibandingkan Konservatisme.