Date: 07-12-2019 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

PENGARUH EXPERIENTAL MARKETING TERHADAP KEPUSAAN PELANGGAN GOJEK

Detail
Author Valeri Isdiana Putri
Category Manajemen Sumber Daya Manusia

Abstract

Ojek menjadi pilihan tepat untuk menerobos kemacetan, tetapi transportasi alternatif ini tidak bisa diandalkan, karena bekerja perorangan dan tidak memiliki manajemen yang baik layaknya transportasi umum. Pemesanan Gojek berbeda yaitu pada saat pelanggan ingin mengunakan ojek, pelanggan harus mendatangi pangkalan ojek. Pelanggan harus melakukan tawar menawar harga dan rasa kekhawatiran pada saat menggunakan ojek sangat besar. Pada tahun 2011, muncul Gojek yaitu layanan ojek online yang membantu semua kalangan masyarakat untuk mengatasi beberapa keluhan yang di hadapi, seperti kemacetan yang terjadi. Layanan yang diberikan Gojek bukan hanya sebatas antar-jemput penumpang, tetapi juga pengantaran barang belanjaan (instant courier/Go-Box), seperti Go- food, Go-transport, Go-Shopping, Go-busway, Go-Massage, Go-Glamb, Go- clean. Peneliti hanya meneliti layanan Gojek yang dapat di akses atau digunakan di Malang yang meliputi Go-transport, Go-Box atau Instant Courier, Go-Fodd, dan Go-Shopping. Gojek memberikan jasa transport yang siap menjemput dan mengantar pelanggan yang dinamakan Go-Transport, pelanggan di berikan helm saat menggunakan jasa Go-Transport. Intant Courier mengantar barang-barang yang pelanggan kirim atau jasa pengantaran barang. Gojek mengantar dengan cepat dan hati-hati, barang tersebut dilengakapi dengan asuransi AXA untuk menjamin barang tersebut tidak mengalami kerusakan. Go-Shopping adalah layanan dimana pelanggan dapat melakukan pembelian barang di suatu tempat melalui Gojek. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan mengambil data primer dan menggunakan metode wawancara atau kuesioner. Metodologi penelitian kuantitatif adalah metode ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat menemukan, membuktikan dan mengembangkan suatu pengetahuan sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah dalam bidang tertentu (Sugiono, 2010:47).