Date: 01-10-2020 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL BERAS PADA UD. TANI JAYA DESA BADES PURUT KECAMATAN PASIRIAN KOTA LUMAJANG

Detail
Author Yuarizka Cabella Wiyono
Category Akuntansi Keuangan dan Auditing

Abstract

Penelitian ini bertujuan yaitu: 1) Untuk mendeskripsikan metode perhitungan harga pokok produksi dan penentuan harga jual yang selama ini digunakan UD. Tani Jaya Malang dan 2) Untuk mendeskripsikan bagaimana perusahaan melakukan perhitungan harga pokok produksi dalam penentuan harga jual di UD. Tani Jaya Malang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi kasus (case study). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif berupa laporan mengenai biaya-biaya yang termasuk biaya produksi. Sedangkan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Langkah-langkah yang digunakan dalam mengolah data yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1) Menganalisis metode perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan oleh perusahaan 2) Mengidentifikasi setiap unsur biaya produksi dan 3) Menghitung harga pokok produksi Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode full costing terdapat perbedaan nilai yang dihasilkan, dimana metode yang digunakan perusahaan memiliki kelemahan karena tidak semua biaya produksi dibebankan dalam perhitungan harga pokok produksi. Apabila menggunakan metode full costing dapat diketahui bahwa harga pokok produksi yang dihasilkan lebih kecil dari metode yang digunakan oleh perusahaan dan terperinci. Hasil perbandingan dapat diketahui bahwa keunggulan yang dimiliki oleh perusahaan yaitu dalam melakukan perhitungan tidak perlu secara cermat sehingga proses penyusunannya dapat secara langsung dilakukan oleh perusahaan. Kelemahan metode yang digunakan perusahaan yaitu pada perhitungan BOP tidak dilakukan secara rinci sehingga apabila terjadi pembengakakan biaya maka perusahaan akan sulit mendeteksi biaya tersebut. Berdasarkan perhitungan harga jual diatas maka terdapat selisih nilai yang dihasilkan, yaitu sebesar 6.426,49. Selisih nilai tersebut akan mempengaruhi besarnya laba yang akan diperoleh perusahaan, dimana harga jual yang ditetapkan berdasarkan harga pasar bukan dengan harga yang diinginkan perusahaan. Adapun untuk apabila menggunakan metode siklus hidup ditambah markup ditentukan berdasarkan semua biaya dalam suatu periode ditambah dengan keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan dan produk yang ditawarkan mampu bersaing dipasar.