Date: 07-12-2019 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

ANALISIS PENGARUH PENANAMAN MODAL ASING DAN MODAL DALAM NEGERI TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO JAWA TIMUR PERIODE 2012-2016

Detail
Author Hana Setyowati Wijaya
Category Manajemen Perbankan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri terhadap produk domestic regional bruto jawa timur periode 2012-2106. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah produk domestic regional buto. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sama yaitu seluruh data penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri yang terdaftar di BKPM pada periode 2012-2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regersi Linear Berganda,hasil uji menujukkan yakni nilai t hitung dari variabel penanaman modal asing (X1) adalah 2,408. Jika dibandingkan dengan nilai t tabel pada tingkat signifikansi 5% yaitu sebesar 2,086 maka nilai t hitung lebih besar daripada t tabel (2,408 > 2,086) dan signifikansi 0,007 yang berarti penanaman modal asing secara parsial berpengaruh terhadap produk domestic bruto.. Sedangkan nilai t hitung dari variabel penanaman modal dalam negeri (X2) adalah 3,406 lebih besar dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,086 dengan signifikansi 0,003 yang berarti penanaman modal dalam negeri berpengaruh secara parsial terhadap produk domestic regional bruto. Hasil darii uji F yaitu nilai F hitung lebih besar daripada F tabel (6,395 > 3,49) dan dengan signifikansi 0,008 lebih kecil dari 0,05.Dapat disimpulkan penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri secara simultan berpengaruh signifikan terhadap PDRB.Dari hasil analisis regresi berganda, variable penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri masing-masing memiliki koefisien regresi yang bernilai positif yang berarti variabel tersebut mempunyai hubungan searah. Selain itu, berdasarkan hasil koefisien determinasi (R2) sebesar 0,794 menunjukkan bahwa berpengaruh sebesar 79,4% terhadap Produk Domestik Regional Bruto