Date: 08-08-2020 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, RASIO RENTABILITAS TERHADAP EFEKTIFITAS TAMBAHAN MODAL KERJA PERIODE 2015 - 2017 (Studi Kasus KPRI PERGU Pasuruan)

Detail
Author Octabrina Ilyanda Puteri
Category Akuntansi Keuangan dan Auditing

Abstract

Koperasi Pegawai Republik Indonesia Perekonomian Guru (KPRI PERGU) merupakan salah satu badan usaha yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya di Kota Pasuruan, kegiatannya mencakup Unit Simpan Pinjam , Unit Spbu , Unit Perumahan / Tanah Kavling , Unit Pertokoan dan Unit Persewaan Gedung pelaksanaanya sudah tertib bukti transaksi lengkap dan sudah disusun dengan rapi di setiap tahunnya. Manajemen berusaha mencapai laba yang sesuai dengan harapan, untuk itu manajemen perlu mengambil kebijaksanaan yang tepat dalam menginvestasikan dana yang ada sehingga mampu mencapai likuiditas dan rentabilitas yang diharapkan dan akhirnya akan mampu meningkatkan efektifitas modal kerjanya. Namun kenyataannya KPRI PERGU sudah dapat mengelola keuangannya secara efektif. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian tentang analisis rasio likuiditas, rentabilitas dan efektifitas tambahan modal kerja pada KPRI PERGU Pasuruan periode tahun 2015 - 2017. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat likuiditas, rentabilitas dan efektifitas tambahan modal kerja pada KPRI PERGU. Metode yang digunakan dilihat dari laporan neraca, laporan keuangan periode tahun 2015 - 2017. Teknik pengumpulan data adalah melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio likuiditas koperasi selama tiga tahun relatif tinggi. Terdapat kelebihan modal kerja selama periode penelitian. Selama tiga tahun perputaran modal kerja relatif sangat rendah dan memiliki kelebihan modal kerja sehingga mengindikasikan efektifitas penggunaan modal kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa selama tiga tahun koperasi memiliki kelebihan modal kerja. Likuiditas selama tiga tahun relatif cukup baik sehingga dalam kondisi memadai, Rentabilitas dalam kondisi relatif rendah dan perputaran modal kerjanya relatif rendah sehingga perolehan laba koperasi kurang maksimal dan terdapat modal kerja yang belum diberdayakan dengan efektif. Saran sebaiknya koperasi membuat kebijakan dalam mempercepat waktu pengumpulan piutang pada unit simpan pinjam sehingga dana tidak banyak tertanam dalam modal kerja