Date: 07-12-2019 Digital Publication Services : OSREL | JABM | JAM | ABMR | ABMCS

PENGARUH AGRESIVITAS PELAPORAN KEUANGAN DAN KONSERVATISME AKUNTANSI TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI PEMODERASI (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di BEI Periode 2014-2016)

Detail
Author SINTIKHE OKTAVIRANIKA
Category Akuntansi Manajemen dan SIA

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh agresivitas pelaporan keuangan dan konservatisme akuntansi terhadap agresivitas pajak dengan good corporate governance (GCG) sebagai pemoderasi. Peubah GCG diproksikan dengan proporsi komisaris independen. Penelitian ini berfokus pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2016. Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel sebanyak 27 perusahaan selama periode 3 tahun. Teknik analisis yang digunakan untuk pengujian adalah Moderate Regression Analysis (MRA). Hasil uji regresi model pertama menunjukkan nilai t hitung peubah agresivitas pelaporan keuangan (X1) sebesar 0,006 dengan koefisien regresi 0,018. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa agresivitas pelaporan keuangan berpengaruh positif terhadap agresivitas pajak. Sedangkan nilai t hitung peubah konservatisme akuntansi (X2) sebesar 0,002 dengan koefisien regresi -174,569. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa konservatisme akuntansi berpengaruh negatif terhadap agresivitas pajak. Sementara itu hasil uji MRA 1 menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,700 dengan koefisien regresi 0,000. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa GCG tidak memoderasi hubungan antara agresivitas pelaporan keuangan terhadap agresivitas pajak. Sedangkan hasil uji MRA 2 menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,203 dengan koefisien regresi -4.615. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa GCG tidak memoderasi hubungan antara konservatisme akuntansi terhadap agresivitas pajak. Berdasarkan hasil koefisien determinasi (R2) menunjukkan masing-masing nilai dari analisis model 1, model 2 dan model 3 sebesar 24,8%; 14,8%; 18,8%. Pada analisis regresi model 1 peubah agresivitas pajak dapat dijelaskan sebesar 24,8% oleh peubah agresivitas pelaporan keuangan dan konservatisme akuntansi. Pada analisis model 2 agresivitas pelaporan keuangan dan GCG secara simultan hanya mampu memberikan kontribusi atau pengaruh sebesar 14,8% terhadap agresivitas pajak. Sedangkan pada analisis model 3 konservatisme akuntansi dan GCG secara simultan hanya mampu memberikan kontribusi atau pengaruh sebesar 18,8% terhadap agresivitas pajak.